Kamis, 09 Februari 2012

PROVIDENSI ALLAH DAN PREDESTINASI

Efs 1:4,5,11

 Efs 1:4,5,11 - “(4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. (5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya, ... (11) Aku katakan ‘di dalam Kristus’, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya”.



Pendahuluan :

1.      Pada bagian pertama kita sudah belajar tentang providensi Allah di mana sebelum dunia diciptakan, Allah telah merencanakan atau menetapkan segala sesuatu. Pada bagian kedua kita sudah belajar tentang hubungan antara providensi Allah dan kebebasan/tanggung jawab manusia. Pada bagian ini kita akan membahas tentang providensi Allah dan predestinasi.
2.      Predestinasi adalah penetapan Allah yang berkenaan dengan keselamatan manusia atau tentang orang-orang yang akan diselamatkan.
3.      Mengapa kita perlu membahas tentang predestinasi ini? Karena doktrin tentang predestinasi ini berhubungan erat dan sekaligus adalah konsekuensi logis dari dari providensi Allah.
4.      Maksudnya adalah jika Allah memang telah menetapkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini maka sudah tentu Ia juga telah menetapkan orang-orang yang akan selamat/masuk surga.

Kalkun : Kita akan mempelajari doktrin ini lewat beberapa pembahasan :

I.       DEFINISI DAN DASAR ALKITAB DARI DOKTRIN PREDESTINASI.

1.      Apa yang dimaksudkan dengan predestinasi? Doktrin predestinasi mengajarkan bahwa sejak semula (sebelum penciptaan segala sesuatu) Allah sudah menetapkan orang-orang tertentu untuk diselamatkan / masuk ke surga. Orang-orang ini disebut sebagai orang-orang pilihan.
2.      Berikut ini beberapa ayat yang menyatakan hal tersebut :

a.      Dari ajaran Yesus.

Mat 24:31 - Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Mark 13:20 - Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.
Dan masih banyak ayat lagi seperti Mat 24:24; Mark 13:22; Luk 18:7-8, dll.

b.      Dari ajaran Petrus.

1 Pet 1:2 - yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. …”

2 Pet 1:10 - Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Kata-kata “panggilan dan pilihanmu” di sini jelas menunjuk pada panggilan dan pilihan Allah. Bandingkan :

BIS - Sebab itu, Saudara-saudara, berusahalah lebih keras supaya panggilan Allah dan pilihan-Nya atas dirimu itu menjadi semakin teguh….”
c.       Dari ajaran Paulus.

Efs 1:4,5,11 - “(4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. (5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya, ... (11) Aku katakan ‘di dalam Kristus’, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya”.

Rom 8:29-30 - “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.

2 Tes 2:13 - “…sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai”.

3.      Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak ditentukan untuk diselamatkan? Di sini ada 2 pandangan :

a.      Single Predestination.

Pandangan ini percaya bahwa Allah memang menentukan orang-orang tertentu untuk diselamatkan sedangkan untuk orang-orang yang tidak ditentukan untuk diselamatkan, Allah hanya membiarkan/mengabaikan mereka saja. Allah tidak menetapkan mereka untuk binasa.

D. James Kennedy -  “Alkitab tidak pernah mengatakan ada orang yang ditetapkan sejak semula untuk masuk ke neraka. Berulang kali kita melihat orang-orang yang sudah ditetapkan sejak semula (dipilih) untuk diselamatkan, tetapi di mana pun kita tidak pernah melihat ada orang-orang yang ditetapkan sejak semula untuk dihukum atau masuk ke neraka. (Solving Bible Misteries, hal. 46).

D. James Kennedy -  Predestinasi tidak meninggalkan siapa pun juga. Predestinasi tidak melarang seorang pun masuk ke surga. Predestinasi juga tidak menyuruh seorang pun pergi ke neraka. Tetapi predestinasi mencegah banyak orang masuk ke neraka. Kalau tidak ada predestinasi yang merupakan kehendak Allah, surga akan kosong dan neraka akan penuh sesak! (Solving Bible Misteries, hal. 49).

b.      Double Predestination.

Pandangan ini percaya bahwa Allah menentukan orang-orang yang akan diselamatkan sedangkan orang-orang yang tidak ditentukan untuk diselamatkan tidak bisa tidak mereka ditentukan untuk binasa.

Note : Saya memegang paham “double predestination” ini.
·         Menurut saya pandangan “single predestination” tidak konsekuen dan tidak logis, karena jika Allah memang menentukan segala sesuatu di dunia ini, Dia pasti menentukan orang yang akan selamat dan orang yang akan binasa.
·         Juga kalau hanya sebagian manusia yang dipilih / ditetapkan untuk selamat, sedangkan setelah mati hanya ada surga dan neraka, maka tidak bisa tidak, orang yang tidak dipilih untuk selamat sama dengan ditetapkan untuk binasa.

Louis Berkhof : Ketetapan tentang pemilihan secara tak terhindarkan menunjuk pada ketetapan tentang reprobation. ... Jika Ia telah memilih sebagian, maka oleh fakta itu Ia juga telah menolak yang lain. (‘Systematic Theology, hal 117-118).

Calvin : “... hidup yang kekal ditentukan lebih dulu untuk sebagian manusia, penghukuman kekal untuk yang lain. (‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter XXI, no 5).

4.      Tidak seperti yang dikatakan D. James Kennedy, Alkitab memang menyatakan adanya orang-orang yang ditentukan untuk binasa itu (kaum reprobate).

·         Amsal 16:4 - “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuatNya untuk hari malapetaka.

Ayat ini secara eksplisit mengatakan bahwa orang fasik dibuat untuk tujuan malapetaka/penghukuman.

Bandingkan dengan terjemahan lain :

FAYH – Segala sesuatu yang dibuat Tuhan ada tujuannya, bahkan orang-orang jahat pun untuk penghukuman.

BIS - Segala sesuatu yang dibuat oleh TUHAN ada tujuannya; dan tujuan bagi orang jahat adalah kebinasaan.
·         Mat 11:20-22 – (20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Yesus berkata bahwa kalau di Tirus, Sidon, ada mujizat-mujizat seperti yang terjadi di Khorazim dan Betsaida maka Tirus dan Sidon pasti sudah bertobat. Tetapi mengapa Tuhan dalam kenyataannya tidak memberi mujizat-mujizat itu kepada mereka? Jelas karena mereka termasuk reprobate!

·         Mat 11:25 - “Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”.

Mengapa Tuhan menyembunyikan kebenaran dari orang-orang bijak dan pandai (dalam hukum Taurat Yahudi)? Jika memang Ia menghendaki orang bijak dan pandai juga diselamatkan, mengapa Ia justru menyembunyikan kebenaran itu dari mereka?

Bandingkan :

Mat 13:10-15 – (10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus: Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Silahkan jawab sendiri, apakah di sini Tuhan menghendaki orang-orang itu selamat atau tidak?

Bandingkan :

Yoh 12:39-40 – (39) Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: (40) "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Rom 11:7-8 - “Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, seperti ada tertulis: ‘Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini.

Teks ini menyatakan bahwa orang-orang ini tidak dapat percaya atau tegar hatinya. Tetapi mengapa mereka sampai seperti ini? Ayat ini secara eksplisit mengatakan bahwa Tuhanlah yang membutakan mata mereka dan mendegilkan hati mereka. Silahkan pikirkan apakah dengan ini Tuhan menghendaki keselamatan mereka atau kebinasaan mereka? Saya percaya Tuhan menghendaki kebinasaan mereka. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang ditentukan untuk binasa.

·         Yoh 17:12 - “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.

Ayat ini memang secara khusus berbicara tentang Yudas Iskariot tetapi ini juga berlaku umum bahwa jika ada orang yang sampai binasa, maka orang itu sudah ditentukan untuk binasa.

·         Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus”.

Bandingkan :

MILT - Karena ada orang-orang tertentu yang menyusup dengan diam-diam, mereka yang sejak dahulu telah terdaftar ke dalam penghakiman ini….”

KSI 2000 - Karena ada beberapa orang yang dengan diam-diam telah menyusup masuk ke tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang sejak dahulu kala telah ditentukan sebagai orang-orang yang akan menerima hukuman….”

·         Dan masih ada beberapa ayat lain yang senada.

5.      Penentuan orang-orang yang akan diselamatkan dan orang-orang yang akan dibinasakan ini juga terlihat dari adanya dan tidak adanya nama-nama dalam Kitab Kehidupan.

·         Kitab Kehidupan mencatat nama dari orang-orang yang selamat, atau dengan kata lain, orang yang namanya tercatat dalam Kitab Kehidupan itulah yang akan masuk surga.

Wah 21:27 - Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

·         Sebaliknya, orang yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan itu akan masuk ke neraka.

Wah 20:15 - Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, dilemparkan ke dalam lautan api itu”.

·         Menariknya adalah bahwa Tuhan bukannya baru menuliskan nama seseorang di dalam kitab itu pada waktu orang itu bertobat / percaya kepada Yesus! Nama seseorang sudah tertulis atau tidak tertulis dalam kitab kehidupan sejak dunia belum dijadikan.

Wah 13:8: Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih”.

Wah 17:8 : “Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran,  ....”.

·         Memang kalau kita melihat Wah 13:8 dan Wah 17:8 di atas, kita melihat bahwa kedua ayat itu berbicara tentang orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan. Tetapi bahwa orang-orang tertentu namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan, secara implisit menunjukkan sebaliknya, yaitu bahwa orang yang namanya ada dalam kitab kehidupan, juga sudah tercatat sebelum dunia dijadikan.
·         Bahwa nama seseorang sudah tertulis atau tidak tertulis dalam kitab kehidupan sebelum dunia dijadikan, jelas menunjukkan bahwa selamat atau tidaknya seseorang sudah ditentukan sejak dunia belum dijadikan. Inilah Predestinasi!

6.      Dari semua ayat yang sudah dipaparkan ini, jelas bahwa Allah, sebelumnya (sebelum dunia dijadikan) memang sudah menentukan orang-orang tertentu yang akan diselamatkan dan orang-orang tertentu yang akan dibinasakan.

Note : Kira-kira saudara masuk kelompok yang mana?

II.    PREDESTINASI ‘UNCONDITIONAL’ / TAK BERSYARAT.

1.      Kalau memang Allah pada mulanya sudah menentukan sebagian orang untuk diselamatkan dan sebagiannya untuk dibinasakan, lalu apa dasarnya melakukan penentuan itu?
2.      Maksudnya adalah atas kriteria apa Allah menentukan siapa-siapa yang akan diselamatkan dan siapa-siapa yang akan dibinasakan?
3.      Jawabannya adalah penentuan tersebut tidak bersyarat. Tidak ada syarat apa pun dalam diri seseorang yang menyebabkan ia ditentukan untuk selamat atau ditentukan untuk binasa kalau ia tidak memenuhi persyaratan itu.
4.      Seseorang ditentukan untuk selamat bukan karena dia baik dan seseorang ditentukan untuk binasa bukan karena dia jahat.
5.      Mengapa? Karena penentuan itu sudah dilakukan sebelum dunia dijadikan di mana manusia juga belum ada. Kalau manusianya belum ada lalu bagaimana ia bisa berbuat baik atau jahat? Kalau manusianya belum ada lalu bagaimana bisa memenuhi persyaratan tertentu untuk ditentukan selamat atau tidak memenuhi persyaratan tertentu sehingga ditentukan binasa?  
6.      Orang-orang Arminian mengatakan bahwa Allah menentukan selamat dan binasa karena Allah telah melihat terlebih dahulu siapa-siapa yang akan percaya dan siapa-siapa yang tidak akan percaya. Orang-orang yang telah dilihatnya terlebih dahulu bahwa mereka akan percaya itulah yang ditentukan untuk diselamatkan sedangkan orang-orang yang telah dilihatnya terlebih dahulu bahwa mereka tidak akan percaya itulah yang ditentukan untuk binasa.
7.      Tapi kalau teori mereka ini benar berarti yang menjadi dasar Allah memilih seseorang adalah karena orang itu memilih untuk percaya kepada Allah terlebih dahulu. Memang dalam urutan kronologis Allahlah yang memilihnya terlebih dahulu (karena pemilihan ini terjadi sebelum dunia dijadikan) tetapi dalam hubungan kausalitas (sebab akibat), manusialah yang terlebih dahulu memilih Allah dan atas dasar itulah Allah memilihnya.
8.      Ini jelas bertentangan dengan Alkitab :

Yoh 15:16a - “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”.

Rom 11:35 - “Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepadaNya, sehingga Ia harus menggantikannya?”.

9.      Bahkan Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa perbuatan manusia sama sekali bukanlah dasar dari pemilihan/penentuan Allah itu.

2 Tim 1:9 - “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”.

Rom 9:11-13 – (11) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya – (12) dikatakan kepada Ribka: ‘Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,’ (13) seperti ada tertulis: ‘Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau’”.

10.  Jadi pemilihan/penentuan Allah itu sama sekali tidak bersyarat. Satu-satunya dasar dari pemilihan itu adalah kedaulatan Allah. Ia secara bebas menentukan siapa-siapa yang mau Ia selamatkan dan siapa-siapa yang mau Ia binasakan.
11.  Kelihatannya ini menunjukkan bahwa Allah itu tidak adil. Tetapi kalau kita beranggapan demikian, silahkan simak ayat berikut :

Rom 9:13-18 – (13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." (14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! (15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." (16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. (17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.
12.  Mengapa Allah tidak bisa dianggap sebagai tidak adil dalam kasus predestinasi ini?

a.      Karena memang tidak ada pihak yang menerima ketidakadilan dalam pelaksanaan rencana ini di dalam sejarah.

·         Di dalam sejarah semua manusia berdosa bukan? Jika semua manusia berdosa maka keadilan Allah menuntut untuk membinasakan / membuang semua manusia ke dalam neraka. Jadi kalau kita semua binasa / masuk neraka, itu adil!
·         Tetapi Allah lalu bermurah hati dengan memilih sebagian orang berdosa (yang harus masuk neraka itu) untuk diselamatkan.
·         Jadi orang-orang yang dipilih untuk diselamatkan itu mendapatkan kemurahan hati Allah sedangkan orang-orang yang dipilih untuk dibinasakan itu mendapat keadilan Allah.
·         Lalu siapa yang mendapatkan ketidakadilan Allah?

b.      Karena keselamatan itu bersifat anugerah / kasih karunia.

·         Alkitab berkata bahwa keselamatan kita itu bersifat anugerah / kasih karunia yang kita terima secara cuma-cuma.
·         Itu berarti bahwa keselamatan itu sama sekali tidak bergantung pada perbuatan baik / jasa manusia.

Efs 2:8-9 – (8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Rom 3:24 - dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
·         Kalau ini adalah anugerah / kasih karunia maka ini berhubungan dengan kedaulatan, kebebasan atau hak dari si pemberi dan sangat tidak relevan kalau kita mempersoalkan masalah keadilan di sini dengan menuduh si pemberi sebagai tidak adil.

Mat 20:13-15 – (13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? (14) Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. (15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Ilustrasi : Memberi kepada pengemis
     Presiden memberikan garasi.

·         Tuduhan ketidakadilan baru bisa diberikan apabila keselamatan itu bukan bersifat kasih karunia/anugerah melainkan jasa di mana kita memang berhak untuk mendapatkannya.

13.  Jadi Allah sama sekali tidak dapat dituduh sebagai tidak adil dalam kasus predestinasi ini. Perhatikan kembali kata-kata Paulus :

Rom 9:16, 18 – (16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

14.  Mau apa kau? Mau protes? Mau anggap Allah arogan? Mau menyalahkan Allah? Kalau mau anggap demikian, simak lagi ayat-ayat selanjutnya :

Rom 9:20-21 – (20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?
15.  Jadi sekali lagi, predestinasi berada pada wilayah kedaulatan, kebebasan dan kehendak Allah. Kita tidak mempunyai hak untuk protes atau marah atau menuduh-Nya tidak adil.

III. PREDESTINASI TIDAK MUNGKIN GAGAL.

1.      Pada bagian tentang Providensi Allah kita sudah belajar bahwa rencana / ketetapan Tuhan itu tidak mungkin gagal.

Ayub 42:1-2 - “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.

2.      Kalau rencana/ketetapan Tuhan tidak mungkin gagal maka predestinasi pun tidak mungkin gagal. Artinya adalah orang-orang yang ditentukan untuk selamat, pasti akan selamat/masuk surga dan orang-orang yang ditentukan untuk binasa pasti akan binasa/masuk neraka.
3.      Tidak mungkin ada orang yang ditentukan untuk selamat tetapi pada akhirnya masuk neraka. Dan tidak mungkin ada orang yang ditentukan binasa tapi pada akhirnya masuk surga.

·         Yoh 17:12 - “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.

Kata-kata tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa” berarti bahwa tidak ada orang yang ditentukan untuk selamat yang akhirnya binasa. Yang binasa adalah yang ditentukan untuk binasa. Maka semua yang tidak ditentukan untuik binasa (ditentukan untuk selamat pasti akan selamat).

·         Rom 11:25 - “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk”.

BIS – “…Dan saya mau kalian mengetahuinya; yaitu ini: Sebagian dari orang Yahudi berkeras kepala, tetapi sikap mereka itu akan berlangsung hanya sampai jumlah orang-orang bukan Yahudi yang datang kepada Allah sudah lengkap.
Tujuan Allah menegarkan Israel / Yahudi adalah supaya Injil bisa diberitakan kepada orang-orang non Yahudi, sehingga menyelamatkan orang pilihan Allah di kalangan bangsa-bangsa non Yahudi itu. Dan Rom 11:25 ini menunjukkan bahwa Israel akan tetap tegar, sampai ‘jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk’.

Selama ada satu saja orang pilihan di antara bangsa-bangsa non Yahudi yang belum diselamatkan, Allah tetap menegarkan Israel, dan Allah bekerja untuk mencari dan mempertobatkan satu orang itu. Setelah itu baru Tuhan bekerja untuk mempertobatkan Israel / Yahudi (itu pun tentu hanya orang Israel / Yahudi yang termasuk orang pilihan).

4.      Tetapi bagaimana sehingga predestinasi ini tidak bisa gagal? Pertama-tama kita harus ketahui bahwa manusia yang telah jatuh ke dalam dosa mengalami suatu kebejadan total (Total Depravity) sehingga dari dirinya sendiri manusia tidak bisa beriman kepada Yesus. Iman harus diberikan / dianugerahkan oleh Allah. Dia tidak mungkin datang kepada Yesus kalau tidak ditarik oleh Allah.

Yoh 6:44 - “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku”.

Yoh 6:65b - “Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya”.

Kis 11:18 - Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Fil 1:29 - Sebab kepada kamu dikaruniakan… untuk percaya kepada Kristus, …”
5.      Karena itu terhadap orang-orang pilihan-Nya, Allah akan bekerja sedemikian rupa mulai dari melahirbarukan dia, lalu memberikannya kesempatan untuk mendengar Injil, lalu mengaruniakan iman kepadanya sehingga ia bisa percaya dan dengan kepercayaan itu ia diselamatkan.

·         Rom 8:29-30 - “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.

Di sini ada satu “Ordo Salutis” / “The Order of Salvation” (urut-urutan keselamatan) di mana kepada siapa Allah telah menentukan untuk diselamatkan, Allah akan memanggilnya lalu akan membenarkannya dan pada akhirnya memuliakannya (masuk surga). Urutan ini tidak bisa gagal di pertengahan jalan! Kalau begitu semua yang ditentukan untuk selamat pasti akan selamat.  

·         Kis 13:48 - “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Perhatikan bahwa di sini tidak dikatakan bahwa sebagian orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menjadi percaya’, tetapi semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya’.

6.      Sedangkan bagi orang non pilihan, Tuhan bisa saja tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendengar Injil sampai mati atau beroleh kesempatan mendengar Injil bahkan mungkin kesempatan itu sangat banyak (seperti Yudas Iskariot) tapi tidak dianugerahkan iman sehingga biarpun mereka mendengarkan Injil berulang-ulang, mereka tidak pernah bisa percaya/beriman.  

Yes 6:9-10 - “(9) “…‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.’

Note :

·         Dari kebenaran ini kita bisa mengetahui apakah kita/seseorang adalah orang pilihan atau bukan yakni apakah kita/orang itu sudah beriman sungguh-sungguh atau tidak.
·         Jika kita/orang itu sudah benar-benar beriman, berarti Allah telah mengaruniakan iman kepada kita/orang itu dan itu menunjukkan bahwa kita/orang itu adalah orang pilihan yang ditentukan untuk selamat karena kalau tidak kita tidak akan pernah bisa beriman.
·         Sebaliknya kalau sampai saat ini kita/orang itu belum beriman (bahkan kafir sekalipun, atau berada dalam agama lain), kita/orang itu belum tentu ditentukan binasa karena mungkin saja besok atau di ujung hidup, kita/orang itu lalu bisa beriman seperti penjahat di samping Yesus. Seseorang baru bisa dipastikan sebagai orang yang ditentukan binasa jika sampai akhir hidupnya ia tidak beriman kepada Kristus. 

7.      Kalau seorang yang ditentukan binasa tidak diberikan iman sehingga ia tidak bisa percaya sampai mati, lalu yang salah siapa? Tuhan? Tidak!
8.      Ingat pelajaran minggu lalu bahwa ketetapan Tuhan tidak membuang kebebasan dan tanggung jawab manusia. Manusia tetap memiliki kehendak bebas (Free Will). Jadi biarpun Tuhan menetapkan orang-orang tertentu untuk selamat dan orang-orang tertentu untuk binasa, orang-orang itu sendiri dengan kebebasannya akan memilih untuk percaya (dan diselamatkan) atau tidak percaya (dan binasa) sama seperti Firaun yang ditentukan untuk keras hati oleh Tuhan tetapi pada saat hal itu terjadi, Firaun sendiri mengeraskan hatinya.
9.      Karena itu tidak akan ada orang yang sebenarnya tidak mau percaya tapi karena Tuhan sudah menentukan dia untuk diselamatkan dan mengaruniakan iman kepada dia maka dengan terpaksa dia percaya. Demikian juga tidak akan ada orang yang sebenarnya mau percaya tetapi karena Tuhan sudah menentukan dia untuk binasa dan tidak mengaruniakan iman kepadanya, terpaksa dia tidak percaya.
10.  Tidak bisa! Orang-orang yang ditentukan untuk selamat akan dengan sukarela percaya kepada berita Injil. Dan orang-orang yang ditentukan untuk binasa akan dengan sukarela juga menolak berita Injil itu. 
11.  Karena itu bagi orang-orang yang ditentukan untuk binasa dan tidak percaya, mereka tetap bertanggung jawab atas ketidakpercayaan mereka dan binasa karena kesalahan mereka sendiri.
12.  Ingat pelajaran minggu lalu, yang harus menjadi pedoman hidup adalah Firman Tuhan dan buk kehendak Tuhan yang rahasia. Jadi seseorang pada saat mendengar berita Injil tidak boleh berkata “untuk apa percaya, toh kalau saya dipilih Tuhan untuk diselamatkan bagaimana pun juga saya akan percaya entah kapan, tapi kalau saya percaya juga tapi kalau saya sudah ditentukan binasa, saya pasti akan binasa juga”
13.  Persoalannya adalah sebelum saudara percaya, saudara tidak tahu apakah saudara ditentukan untuk selamat atau binasa dan karena itu jangan menjadikan hal yang rahasia itu sebagai pendoman hidup. Yang harus saudara lakukan adalah sesuai perintah Firman Tuhan yang menyuruh saudara untuk percaya. Sehingga pada saat saudara tidak percaya, saudara berdosa dan dihukum!
14.  Fakta bahwa orang-orang pilihan dikaruniakan iman sehingga mereka bisa percaya dan diselamatkan dan orang-orang non pilihan tidak dikaruniakan iman sehingga mereka tidak percaya dan binasa memberikan kepastian bahwa predestinasi pasti terjadi.

IV. APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN PREDESTINASI.

1.      Kita sudah melihat doktrin predestinasi dari sisi teoritisnya dan sekarang kita akan melihat aplikasi praktisnya dalam kehidupan kekristenan kita sebagai umat pilihan.

Note : Apakah saudara sudah pasti sebagai umat pilihan Allah? Saudara boleh pasti hanya kalau saudara betul-betul adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, dan iman itu memang terbukti dengan adanya perbuatan baik / ketaatan, maka saudara boleh yakin / percaya bahwa saudara adalah orang pilihan. Tetapi:
·         Kalau saudara sekedar adalah orang yang mengaku percaya kepada Kristus, tetapi terus hidup dalam dosa, dan bahkan mencintai dosa,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang rajin pergi ke gereja, dibaptis, melayani / mempunyai jabatan tinggi dalam gereja,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang ada dalam keluarga Kristen selama puluhan atau bahkan ratusan tahun,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang berbahasa Roh, yang sukar dipastikan asli tidaknya,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang mengalami pertolongan Tuhan/kesembuhan secara mujizat / kesembuhan ilahi,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang pernah mendapat penglihatan,
·         Atau kalau saudara sekedar adalah orang yang percaya pada doktrin tentang Predestinasi,
maka jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa saudara adalah orang pilihan.

2.      Dari semua yang sudah saya jelaskan ini, minimal ada 3 hal penting yang dapat menjadi penerapan bagi kita :

a.      Kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas keselamatan kita.

·         Setelah belajar ajaran tentang predestinasi ini, kita melihat bahwa sesungguhnya keselamatan kita ini 100% dikerjakan oleh Allah tanpa andil kita sama sekali.
·         Ini diawali dengan Dia memilih/menentukan kita untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan (saat di mana kita sendiri belum ada) di mana pemilihan/penentuan itu tanpa persyaratan apa pun dari dalam diri kita. Ia menentukan kita hanya karena Ia mau menentukan kita.
·         Kita tidak mempunyai kelebihan apa pun dari orang-orang yang ditentukan untuk binasa sehingga kita lalu dipilih untuk diselamatkan. Artinya kita bisa saja tidak dipilih-Nya untuk diselamatkan melainkan ditentukan untuk binasa. Tetapi kalau kita ternyata ditentukan untuk selamat, semua semata-mata karena Dia.
·         Selanjutnya oleh Roh Kudus-Nya secara rahasia Ia melahirbarukan kita dan lalu mengatur sedemikian rupa sehingga kita beroleh kesempatan mendengar Injil (mungkin lewat KKR, Seminar, Khotbah, kelas PA, PI pribadi, TV, Radio, Buku / Majalah / Koran, dll) dan setelah berita Injil itu kita dengarkan, Ia lalu mengaruniakan iman kepada kita sehingga kita menjadi percaya kepada Kristus dan oleh kepercayaan itu kita lalu menjadi selamat.
·         Jadi semua dari Dia dan oleh Dia sedangkan kita tidak menyumbang apa pun. Semua benar-benar anugerah (“Sola Gratia”)!
·         Kalau begitu yang bisa kita lakukan satu-satunya adalah mengucap syukur kepada Dia atas keselamatan yang sudah kita terima ini.

2 Tes 2:13 - “…Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai”.

·         Mungkin sekian lama kita bersyukur tetapi dengan mengerti predestinasi ini, kita harus lebih bersyukur lagi.

Lagu : Bersyukur…bersyukur…bersyukurlah….

·         Karena itu dalam doa-doa kita, jangan kita hanya bersyukur atas nafas hidup saja, atau makanan/minuman saja, atau kesehatan, atau keluarga, dll tapi juga bersyukur karena keselamatan kita.
·         Usahakanlah setiap hari ada ucapan syukur kepada Allah karena keselamatan saudara.

b.      Kita harus memuji dan memuliakan Allah karena keselamatan kita.

·         Bahwa predestinasi berhubungan juga dengan pujian dan kemuliaan bagi nama Tuhan, terlihat dari konteks beberapa ayat yang membicarakan predestinasi.

Efs 1:3-6 – (3) Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, (6) supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Efs 1:11-12 – (11) Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya – (12) supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

BIS : (11) Allah mengerjakan segala sesuatu menurut keinginan-Nya dan keputusan-Nya sendiri. Sejak semula Ia sudah memilih kita sebab Ia ingin supaya kita menjadi umat-Nya karena bersatu dengan Kristus. (12) Biarlah kita, yang pertama-tama berharap pada Kristus, memuji Allah karena keagungan-Nya

·         Karena itu di hadapan fakta predestinasi, biarlah kita selalu bersungguh-sungguh dalam memuji Tuhan.
·         Hendaklah kita jangan main-main dalam memuji Tuhan! Kita harus menghayati setiap lagu pujian dan jangan memplesetkan lagu-lagu pujian.

Ilustrasi : Saya lupa kaca mata…. Itu bukan maksudku.
     Api menyala Haleluya kopi mau datang

·         Kita juga harus bernyanyi karena kita ingin memuliakan Allah dan bukan untuk memuaskan perasaan/jiwa kita.
·         Ini penting karena banyak orang sekarang menyanyi untuk memuaskan jiwanya dan bukan untuk memuji Tuhan. (Contoh : Lagu yang di ulang-ulang disertai tangisan histeris seolah-olah mau menghipnotis diri).

Ilustrasi : Katakan salahku padamu.

c.       Kita harus benar-benar yakin akan keselamatan kita.

·         Jika kita benar-benar sudah percaya maka kita adalah umat pilihan Tuhan dan mengingat bahwa predestinasi tidak mungkin gagal maka itu boleh membawa keyakinan tersendiri dalam diri kita bahwa kita pasti akan diselamatkan sesuai dengan penetapan Tuhan itu.
·         Di dalam dunia ini kita hidup penuh dengan tantangan, persoalan, kesulitan, dll tapi kita boleh yakin bahwa Allah kita tidak bekerja setengah jalan. Ia yang memulai pekerjaan baik dengan memilih / menentukan kita untuk diselamatkan, Ia juga yang akan menyelesaikan-Nya hingga akhirnya.

Fil 1:6 - Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

·         Bahwa predestinasi berkaitan dengan keyakinan seperti ini ditunjukkan lewat Rom 8:29-30 dan ayat-ayat selanjutnya.

Rom 8:29-30 - “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.

Rom 8:31-39 – (31) Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (32) Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (34) Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (36) Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." (37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. (38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, (39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

·         Jadi kalau kita memang adalah umat pilihan Allah, kita boleh yakin bahwa tidak ada satu apa pun juga yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan. Dengan kata lain, kita pasti akan diselamatkan!
·         Keselamatan kita bukan mudah-mudahan, bukan semoga, bukan kemungkinan besar tetapi pasti di dalam Kristus!
·         Yakinlah itu sungguh-sungguh kalau saudara adalah umat pilihan Allah dalam hal ini adalah orang percaya.

3.      Tapi bagaimana kalau ternyata saudara adalah orang yang belum percaya pada Yesus?
4.      Karena saudara belum percaya, saya tidak tahu apakah saudara adalah orang yang ditentukan untuk selamat atau orang yang ditentukan untuk binasa. Karena ini pemberitaan saya terhadap saudara tidak berpedoman pada ketetapan Allah yang tidak saya ketahui itu melainkan berdasarkan Firman Tuhan.
5.      Dan Firman Tuhan menyuruh saya memberitakan Injil dan karena saya serukan sekali lagi agar saudara mau sungguh-sungguh beriman kepada Kristus sebagaimana berita Injil yang sudah berulang kali disampaikan lewat mimbar gereja ini.
6.      Kalau saudara adalah orang pilihan, saya percaya saudara akan percaya (mungkin sekarang atau besok atau kapan saja) tapi kalau saudara tetap tidak mau percaya dan besok saudara mati tanpa percaya, saya tidak kecewa karena saya tahu saudara bukan orang pilihan alias orang yang sudah ditentukan untuk binasa.
7.      Karena itu maukah saudara percaya sekarang?


- AMIN -





Tidak ada komentar: